HARI ULANG TAHUN
Hari Ulang Tahun, biasanya kalian kemana? Kalau aku Jalan - Jalan. Perkenalkan namaku Lisa. Tiap Ulang Tahun, Orang Tua ku selalu menghadiahkan ku Sebuah tiket untuk berjalan - jalan bersama.
3 Tahun yang lalu, Kami bersenang - senang ke Padang. 2 Tahun yang lalu, Kami menghibur diri ke Manado sambil mengunjungi Rumah Saudara. 1 Tahun yang lalu, Kami mencoba ke Bali yang mendapat Sebutan Kota Pariwisata. Ternyata Bali adalah Kota terindah yang pernah kudatangi.
Karena Hari ini Tepat Ulang Tahun ku yang ke - 13, Orang tua ku membelikan Tiket Kereta Api dari Jurusan Jakarta ke Yogyakarta. Aku masih bingung, Yogyakarta itu ada dimana. Tak lama kemudian, kami datang ke Stasiun Jakarta menaiki Kereta jalur Yogyakarta di Kelas Bisnis. Ku kira perjalanan ini bakal begitu lama karena menaiki kereta. Ternyata, Hanya 5 jam perjalanan. Aku pun sampai di Yogyakarta ini.
"Selamat hari Ulang Tahun anakku! Anakku sudah hampir besar ya sekarang. Selamat datang di Daerah Istimewa Yogyakarta, sayang" ucap Ibuku bahagia sekali.
"Oh ya anakku. Kamu tahu tidak? Yogyakarta ini dulu tempat tinggal Mama di waktu kecil. Sekarang, mama sudah mulai Lupa sama daerah sini" ucap Ibuku yang awalnya senang menjadi sedih Karena rindu sekali dengan tempat kelahirannya.
Belum beberapa Jam beristirahat di hotel, Ibuku langsung mengajak diriku yang malas ini Ke Suatu Museum. Ibuku sangat memaksa. Aku pun menurutinya, sekaligus menambah pengetahuan disana.
Sesampai di Museum Keraton Yogyakarta. Ibuku langsung menampilkan wajah gembira ke orang - orang di sekitar sana. Kami pun langsung membeli tiket masuk dan Masuk ke dalam Museum ini. Baru beberapa menit perjalanan, aku sudah banyak menemukan suatu patung - patung bersejarah, Banyaknya Prasasti, Patung kecil menggambarkan peperangan di Zaman Penjajahan, dan Wayang Kulit.
Aku sangat terpesona ketika memasuki Ruangan Kain Batik. Ada puluhan Macam Batik yang dijajarkan menghiasi Mata pengunjung. Aku menghafal nama - nama Batik tersebut. Ada Batik motif Parang Rusak Barong, Motif Semen, Motif Nitik, Motif Kawung, dan Motif yang paling aku sukai dari semua Batik adalah Batik Motif Ceplok Kasatrian.
Selesai dari Ruangan Motif Batik Yogyakarta. Kami pun mengunjungi Ruangan yang berisi Panggung kecil. Tak disangka, ternyata sebentar lagi akan ada Pementasan Wayang Kulit. Aku menunggu hingga hampir 20 menit karena sudah tidak sabar ingin melihatnya. Pementasan itupun, akhirnya dimulai juga. Diiringi dengan adanya Musik Jawa menggunakan alat musik tradisional, membuat Meriah pementasan Wayang Kulit tersebut.
10 menit pun berlalu, Pementasan pun selesai. Rasa penasaran ku begitu tinggi dan menghampiri Alat musik tradisional yang barusan saja dimainkan. Ada Angklung yang unik, Gendang, Gong yang besar, Suling yang merdu suaranya, dan Gambang. Selesai dari Museum, kami pun keluar dan beristirahat mencari makanan Khas Yogyakarta. Makanan khas Yogyakarta tersebut bernama Gudeg. Makanan kesukaan Ibuku.
Ternyata makanan ini enak sekali. Renyah diluar lembut didalam. Pantas saja Ibuku suka dengan Makanannya. Selesai makan, kami pun kembali ke Hotel beristirahat.
Di hari kedua, Ibuku tiada henti mengajakku jalan - jalan. Kami sekeluarga dibawa ke Alun - Alun Yogyakarta. Alun - alun tersebut sangatlah ramai. Ketika dicari tahu apa penyebab keramaian itu, ternyata akan ada Upacara Grebeg Muludan. Dari namanya saja sudah membuatku penasaran. Beberapa menit kemudian, Upacaranya pun dimulai. Begitu meriah warga - warga mengangkut sesuatu yang berbentuk segitiga kerucut tersebut. Upacaranya sangat meriah, begitu Bahagia karena Warga nya Ramah dan Budaya Yogyakarta sangatlah unik.
Di Sore hari, kami sekeluarga mengunjungi Museum untuk kedua kalinya. Museum itu bernama Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Baru awalan saja, sudah disambut dengan banyaknya Keris yang dipajang. Bentuk Keris yang beragam, dimulai dari yang kecil hingga yang besar.
Begitu masuk kedalam Museum. Aku melihat beberapa wajah Anggota keluarga Kerajaan Sri Sultan Hamengku Buwono berdasar urutan. Aku mempelajari Peraturan dari Kerajaan tersebut. Memahami Adat istiadat Yogyakarta serta Budayanya. Begitu banyak pengetahuan baru yang membuat Otakku harus diperbaharui lagi.
Beberapa Staff museum mengajak kami sekeluarga berkunjung ke Ruangan Teater. Ruangan Teater tersebut sangatlah besar. Hanya ada beberapa orang disana. Hening sekali. Aku bingung, tempat apa ini?
Tak lama kemudian, muncul manusia dari atas panggung. Menari dengan lemah gemulai. Tarian dipertunjukkan untuk para pengunjung sebelum Para Pengunjung menonton satu Drama yang terkenal di Yogyakarta. Tarian yang ditonjolkan ada Tarian Beksan Lawung Ageng dan Tarian Srikandi Suradewati. Beberapa menit berlalu, Drama yang ditunggu - tunggu pengunjung pun dimulai juga. Nama Drama tersebut adalah Drama Sendratari Ramayana.
Para Pemain Dramanya begitu Professional. Mereka para Pria gagah dan kuat, dan ada beberapa wanita yang lemah gemulai memainkan peran. Ketika Drama itu hampir setengah selesai, Para pengunjung diberi sedikit cemilan yaitu Cendil. Unik sekali, bentuknya serta warnanya. Ketika aku makan, Enak sekali. Makanan yang kenyal memanjakan lidah. Sambil makan Cendil, aku menyaksikan Tarian penutup Teater yang berjudul Tari Golek Pamularsih. Tarian ini sangat terkenal di Kalangan Warga Yogyakarta.
Beberapa hari kemudian dan di hari berikutnya, aku sangat menikmati liburan ini. Yogyakarta adalah tempat yang unik. Indonesia ternyata memiliki banyak Pulau dan Daerah yang beragam. Serta Suku dan adat yang beragam pula. Sangat Takjub karena sudah terlahir disini. Ini adalah Kota Terindah nomor urut kedua dari aku. Harapanku selanjutnya, aku ingin berlibur ke seluruh Kota di Indonesia. Aku ingin melihat lagi pemandangan menakjubkan dari tempat kelahiranku ini.
kerennn nay
BalasHapus